4 Jenis Polis Asuransi Jiwa, Apa Kamu Sudah Paham? 

4 Jenis Polis Asuransi Jiwa, Apa Kamu Sudah Paham? 

Asuransi jiwa adalah produk asuransi yang melindungi keluarga kamu dari risiko finansial  yang akan terjadi apabila kamu meninggal dunia. Jenis asuransi ini penting bagi mereka yang merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga.

Namun, manfaat dari polis asuransi jiwa pun berbeda-beda tergantung oleh produknya. Berikut adalah empat jenis polis asuransi jiwa dengan manfaat yang berbeda.

Asuransi Jiwa Term Life 

Term life atau produk asuransi jiwa berjangka mempunyai manfaat di mana santunan akan diberikan bila tertanggung mengalami resiko meninggal dunia dalam masa pertanggungan polis asuransi.

Jika polis asuransi jiwa berjangka sudah sampai pada ada masa akhir pertanggungan, kamu bisa memilih untuk memperpanjang asuransi tersebut. Bila tidak, maka  proteksi asuransi kamu  akan lenyap.

Umumnya, jenis asuransi jiwa yang satu ini mempunyai premi yang lebih rendah. Oleh karena itu, asuransi jiwa yang satu ini cocok bagi mereka yang masih muda dan belum pensiun.

Asuransi Jiwa Whole Life 

Berkebalikan dari asuransi jiwa berjangka, whole life atau asuransi jiwa seumur hidup mempunyai manfaat yang yang berlangsung semasa hidup tertanggung. Biasanya seumur hidup ini didefinisikan hingga tertanggung berumur 99 tahun.

Karena jangka waktu masa pertanggungan yang lumayan lama, jenis polis asuransi jiwa yang satu ini mempunyai unsur tabungan di dalamnya. Walaupun preminya jauh lebih mahal dibandingkan asuransi berjangka, asuransi whole life pasti menjadi warisan bagi keluarga kamu kelak ketika kamu meninggal dunia.

Endowment

Disebut juga sebagai asuransi dwiguna, jenis asuransi jiwa yang satu ini memiliki perlindungan ganda, dimana nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan pada masa-masa tertentu di pertengahan masa pertanggungan, serta  uang pertanggungan penuh di akhir masa pertanggungan.

Misalnya saja,  kamu membeli asuransi dwiguna dengan masa pertanggungan 30 tahun yang memberikan uang pertanggungan sebesar Rp200 juta. Kemudian di dalam polis asuransi dwiguna tersebut ditetapkan bahwa kamu akan mendapatkan  masing-masing Rp15 juta pada tahun ke-12  dan ke-20.  Maka dari itu, pada akhir tahun ke-20, kamu akan mendapatkan total  Rp30 juta.

Jika kamu meninggal dunia dalam masa pertanggungan 30 tahun, kamu akan mendapatkan santunan tunda yang kembali sebesar Rp200 juta. Kalaupun tidak, kamu tetap akan mendapatkan santunan tunai tersebut pada akhir masa pertanggungan.

Karena sifatnya pasti mendapatkan santunan, asuransi dwiguna mempunyai premi yang lebih mahal dibandingkan kedua jenis asuransi jiwa yang lainnya.

Unit Link 

Polis asuransi jiwa yang terakhir adalah asuransi jiwa unit link, di mana manfaat asuransi tidak bersifat murni tetapi ada unsur investasinya. Premi asuransi jiwa yang kamu bayarkan biasanya akan manajer investasi kelola agar mendapatkan keuntungan seiring berjalannya waktu.

Karena itu, manfaat yang kamu dapatkan kan tidak hanya berupa manfaat asuransi biasa tetapi ada ada unsur keuntungan investasinya. Di satu sisi, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari produk asuransi ini. Tapi di sisi lainnya, kamu juga mempunyai resiko untuk mengalami kerugian akibat unsur investasi dari premi kamu.

Maka dari itu, pastikan kamu sadar bahwa ada unsur resiko yang lebih tinggi untuk produk-produk asuransi jiwa unit link dibandingkan jenis asuransi lainnya.

Jadi, apakah kamu sudah tahu polis asuransi jiwa mana yang paling tepat untuk kebutuhan kamu saat ini? Semoga artikel ini membantu!